Apa itu bersosialisasi ?
Berhubung saya bukan anak IPS, jadi saya terpaksa nyontek kamus. Bentar dulu ya.
Ehem baiklah. Bersosialisasi diambil dari kata sosial yang artinya berkenaan
dng masyarakat. Apa artinya itu ? Ya udah pahami aja sendiri.
Oke kenapa kali ini saya
membicarakan tentang bersosialisasi ? Mudah kok alasannya karena hal itu yang
pertama muncul di kepala saya.#hehehe. Manusia merupakan makhluk hidup yang
selalu melakukan hubungan sosial. Hal itu sendiri sudah mendarah daging dalam
setiap tradisi kehidupan. Tidak hanya manusia. Bahkan binatang juga begitu.
Buktinya anjing akan menggonggong keras jika bertemu dengan anjing lain.
Padahal mereka baru pertama kali bertemu. Hebatkan ? Oke kembali ke topik
utama. Bersosialisasi itu sendiri membawa pengaruh besar dalam setiap
kehidupan. Karena hal itu perang dapat terselesaikan. Karena hal itu kamu dapat
mengenal seseorang. Dan juga karena hal itu kamu bisa lahir di dunia ini.#Lho?
Ya iya lah. Kalau bapak sama mama kamu tidak bersosialisasi, tidak mungkin
mereka saling kenal. Tidak mungkin mereka bisa saling suka. Tidak mungkin
mereka bisa menikah. Dan banyak lagi hal-hal tidak mungkin lainnya. Jadi pada
intinya kamu lahir karena adanya ‘sosialisasi’. #hahahaha. Berterimakasihlah
kepadanya.
Bersosialisasi dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya bicara.#ya ini yang pastinya.
Bayangkan jika kamu tidak pernah bicara dengan orang lain? Bayangkan!!! Kamu
tidak akan bisa mengenal seseorang. Dan kamu juga tak akan bisa mendapatkan
teman. Dan yang lebih sulit lagi, kamu tidak akan bisa mendapatkan pacar.
Bayangkan betapa besarnya peran hal itu dalam kehidupan ini. Bayangkan!!! Tapi
jika di bandingkan dengan jaman sekarang, kayaknya peran suara sudah diambil
alih sama peran aplikasi chat smartphone. Orang-orang lebih suka memainkan hape
mereka ketimbang berbicara dengan teman disampingnya. Sampai ada kata-kata
“Sesungguhnya kebersamaan mereka adalah kesendirian yang dilakukan bersama.”
Saya tak tau siapa yang mempopulerkan kata-kata itu. Tapi kalau dipikir-pikir,
benar juga. Kalau dulu setiap sore selalu janjian sama teman-teman untuk main
bola. Atau main apa saja yang menghasilkan keringat. Jika sekarang, skemanya
jadi gini. Pulang – makan – main hape – baring – tidur siang – bangun – main
hape lagi sampai malam – tidur malam – bangun pagi – cek hape – pasang status –
baru berangkat sekolah. Macam mana mau sehat coba ? Yang digerakin cuma jari
jempol. Yang sehat ya cuma jempol. Coba sekali-sekali pake jari kaki, pake
hidung, pake telinga atau biar lebih greget pake lidah. Kan menyehatkan. #menyehatkan ndas mu.
Ngomong-ngomong soal hape jadi keinget sesuatu.#woy topiknya sudah menyimpang.
Kalau kalian liat video klip tahun 90-an waktu yang namanya hape belum terlalu
terkenal, saat ada adegan kangen-kangenan dengan orang yang jauh pasti
gambarnya memperlihatkan seseorang yang sedang menuliskan sesuatu di kertas.
Lalu ngebayangin orang yang dikangenin. Kalau sekarang?? Posisi kertas dan
pulpen digantikan hape-hape canggih. Dan gambarnya pun memeperlihatkan
orang-orang yang mengetikan sesuatu di hapenya atau menelpon seseorang yang
ingin diajaknya bicara. Yah kalau ndak dibalas atau diangkat orangnya marah.
Saya juga pernah kayak gitu. Tapi pas di telpon yang ngomong malah
operator.#hahahaha.
Wah-wah-wah. Kayaknya
pembahasannya sudah jauh sekali dari topik utama. Tapi tak apalah. Kalian sudah
mengerti kan? Kalau tak mengerti ya sudah. Saya juga tak ingin kalian mengerti
dengan apa yang saya tulis ini.#hahaha. Jadi pada intinya bersosialisasi itu
penting. Itu saja. Ingat!! Dimanapun dan dalam kondisi apapun cobalah
bersosialisasi. Meskipun di kuburan. Saya yakin ada seseorang atau seuatu yang
mendengarnya. Ada pepatah yang mengatakan Malu bertanya sesat di jalan.
Meskipun kamu bisa melihat peta atau melihat papan nama yang biasa tertulis di
persimpangan.
Jangan ambil pusing dengan
tulisan saya ini. Coretan yang saya buat tidak ada hubungannya dengan pelajaran disekolah kamu walaupun ada saya ragu tulisan saya bisa masuk dalam ulangan.#hahaha. Saya tidak punya niat jahat kok. Cuma ingin berbagi. Ya
meskipun tidak terlalu penting. Tapi tak apalah. Yang penting saya iklas.
Terima kasih sudah mau membaca nya jika ingin berkomentar silahkan tapi berikan
komentar yang bermanfaat, oke. Sayonara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar