Rabu, 18 Juli 2018

just say 2

orang orang menaruh ekspetasi terlalu besar kepada mu ?
apa itu sesuatu yang dapat di banggakan ?
apa itu sesuatu yang hebat
menjadi aesuatu yang orang lain anggap penting dan akhirnya orang orang bergantung padamu
jika semua bergantung padamu , lalu kepada siapa dirimu dapat bergantung ?

tidak ada

orang orang ini akan terus datang tanpa pernah berpikir tentang diri kita

cobalah liat sejenak
liat dan pikirkan

manusia itu rapuh
saat yang diinginkn nya sebuah ketenangan , yang didapat hanya rentetan masalah yang bertubi tubi

f*ck for life

#just_say

Selasa, 17 Juli 2018

just say



bahkan setiap orang butuh sandaran tempat dia bisa melepas beban dari pundak nya.
bahkan setiap orang ingin dapat menangis melepas semua derita di dalam hidupnya
bahkan tak ada salahnya memikirkan diri sendiri saat orang lain bahkan tak mengerti dirimu
jadi dirimu bukan berarti harus menjadi orang yang sempurna
bahkan tak ada yang tau arti dari devinisi sempurna itu sendiri
merasa dirimu benar disaat orang mengatakan dirimu salah bukan lah suatu masalah. ini hanya masalah sudut pandang
mimpi bukan lah sesuatu hal yang semu, itu hanya sesuatu yang bahkan cuma bisa di bayangkan tanpa ada realita
tersenyum diatas derita org lain , itu jahat
tersenyum diatas derita mu sendri , bahkan lebih jahat
siapa yg kau bohongi
siapa yg kau dustai
senyum indah di saat tertekan itu busuk lebih busuk dari hal yg kau anggap sampah
menangis lah jadi lah manusia
jadilah manusia yang menerima kekurangan, kekalahan, bahkan noda dari dunia
dan acungkan lah jari tengah di depan kaca , untuk dirimu sendiri
#_just_say

#sunmber gambar pinterest

Selasa, 20 Desember 2016

Uang Baru Rupiah


Liputan6.com, Jakarta Semangat Presiden Joko Widodo membangun keindonesiaan semakin terasa. Sektor pariwisata yang dijadikan core economy bangsa, juga semakin terdengar dan terus memviral. Semua sektor pun mensupport pariwisata sebagai satu diantara prioritas pembangunan di kabiner kerja, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim.
Sampai-sampai soal pilihan gambar uang kertas pun yang resmi dikeluarkan Bank Indonesia, berdesain destinasi pariwisata Indonesia.

"Terima kasih Pak Presiden," kata Menpar Arief Yahya singkat.Menpar Arief Yahya melihat, ini sebagai bentuk konkret keseriusan dan komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun pariwisata secara total. Semua lini, semua ruang diorkestrasi untuk memperkokoh fondasi soliditas pariwisata. Jika CEO negara ini sudah mngarahkan haluan ke sektor pariwisata, maka atmosfer itu akan semakin cepat terwujud.
Destinasi-destinasi wisata yang diangkat pun seluruhnya world class. Dari mulai Banda Neira, Gunung Bromo, Ngarai Sianok,Derawan, Taman Nasional Komodo, Wakatobi, hingga Raja Ampat, semuanya terrpampang di uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia.
“Setuju! Ini akan makin menaikkan pamor pariwisata Indonesia, juga menaikkan kepercayaan diri untuk berbuat yang lebih hebat lagi. Apalagi yang diangkat di uang kertas baru adalah destinasi wisata yang world class semua,” kata Asnawi Bahar, Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (ASITA), Selasa (20/12).
Gairah pariwisata pun makin berkobar. Apa lagi, ada tangan Presiden Joko Widodo yang turun tangan langsung meluncurkan uang rupiah baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12). Selain menampilkan gambar pahlawan dan tarian tradisional, uang rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia.
"Semangat Presiden Joko Widodo untuk memajukan pariwisata luar biasa. Gambar destinasi wisata unggulan di Indonesia sampai dimasukkan ke dalam uang rupiah baru tahun emisi 2016. Dari tujuh presiden yang pernah memimpin negeri ini, baru Joko Widodo yang respek dengan pariwisata," kata dia.
Silakan lihat uang kertas Rp 1000. Ada destinasi wisata Banda Neira yang terpampang di sana. Yang bisa ditengok banyak. Sejak 2014, Banda Neira tak berhenti disinggahi kapal-kapal mewah dari mancanegara. Setiap harinya, pemasukan wisatawan yang high class bisa mencapai US$ 2000 atau setara dengan Rp 24 juta per orang.
Dari mulai Gunung Api Banda, Benteng Belgica peninggalan bangsa Portugis, spot menyelam terbaikdi Lava Flow, Gereja Tua Hollandische Kerk, Rumah Budaya, Istana Mini, lokasi pengasingan Bung Hatta, semua bisa dinikmati saat berwisata ke Banda Neira.
Di uang kertas Rp 2000, ada Ngarai Sianok, Sumatera Barat. Panorama alamnya jangan ditanya lagi. Ada keindahan matahari terbit yang bisa dinikmati dari balik Gunung Singgalan. Suasananya tenang dan damai. Udaranya pun sangat bersih dan sejuk. Diiringi suara kicauan burung dan gemericik air sungai, ngarai ini cocok sebagai tempat melepaskan beban pikiran dari rutinitas sehari-hari.
Uang kertas Rp 5000 ceritanya lain lagi.

Ada Gunung Bromo yang terpampang di sana. Ikon pariwisata Jatim itu kini sudah ditepkan ke dalam salah satu destinasi prioritas bersama Tengger dan Semeru. Tautan antara ngarai dan lembah, dengan lautan pasir luas sekitar 10 kilometer (km) persegi, membuat Bromo layak dikategorikan sebagai destinasi kelas dunia. Blok savana yang maha luas, pemandangan matahari terbit yang eksotis, hingga sakralnnya ritual Yadnya Kasada menjadi beberapa pemandangan epik bisa disaksikan di Gunung Bromo. Di sini wisatawan tidak hanya bisa menikmati pemandangan pegunungan dan padang pasir, tapi juga padang rumput, danau, dan bahkan air terjun.
Di uang kertas Rp 10.000, ada Taman Nasional Wakatobi yang siap menyapa. Destinasi ini juga yang merupakan gabungan Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko itu juga sudah ditetapkan ke dalam salah satu dari 10 destinasi prioritas.
Pada 2012, Scuba Diving, majalah panduan traveller dunia yang hobi diving dan snorkeling, pernah memberikan gelar The Best Shore Dive dunia pada Wakatobi House Reef, Indonesia. Penghargaan penuh prestise ini diberikan kepada Wakatobi House Reef lantaran salah satu destinasi andalan Indonesia itu menjadi surga bagi mereka yang hobi menyelam. Ada beberapa jenis burung laut dan tiga jenis penyu langka di dunia yang bisa dilihat di Wakatobi.
Setelah Wakatobi, ada Derawan yang dipampang di uang kertas Rp 20.000. Destinasi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipna, ini punya spot selam yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia. Pemandangan bawah lautnya sangat menakjubkan. Dari kura-kura raksasa, lumba-lumba, pari manta, duyung dan barakuda, ubur-ubur dan kadang-kadang, paus Derawan, bisa dijumpai di sini.
Derawan juga menjadi tempat bersarang kura-kura raksasa hijau terbesar dunia yang langka dan terancam punah. Selain itu, ada juga ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur yang dapat berenang terbalik.
Di uang kertas Rp 50.000, ada Taman Nasional Komodo. UNESCO telah memutuskan bahwa Taman Nasional Komodo menjadi situs warisan dunia sejak 1991. Destinasi yang juga masuk ke dalam salah satu destinasi priorotas itu menjadi habitat asli bagi kawanan hewan purba Komodo. Keindahan bawah lautnya? Sangat menakjubkan. Selain punya pantai merah jambu yang hanya ada di tiga negara di dunia, bawah lautnya diakui CNN sebagai spot diving terbaik kedua dunia.
Dan di pecahan Rp 100.000, ada Raja Ampat. Keindahan alam dan budayanya sudah dikenal seantero jagat. CNN sudah memberikan gelar diving site terbaik dunia pada Raja Ampat. Raja Ampat juga didapuk menjadi perairan dengan kelengkapan flora dan fauna laut nomor satu di dunia.
"Setiap lembar rupiah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian di tengah ekonomi dunia," ucap Presiden Joko Widodo.

Bagaimana pendapat kalian ?

sumber : http://lifestyle.liputan6.com/read/2683767/bangga-uang-kertas-baru-pun-bergambar-destinasi-pariwisata?source=search

sumber gambar google


Ujian Nasional di Hapuskan



Jakarta - Mendikbud Muhadjir Effendy memutuskan untuk memoratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap hal tersebut justru dapat membantu pendidikan anak menjadi lebih baik.


"Kalau dari kami memang dari dulu UN itu sebuah proses yang banyak mendapat kritik dari masyarakat, sehingga KPAI pernah survei yang intinya masyarakat merasa bahwa UN itu tidak terlalu signifikan dalam membantu anak-anak mereka dalam pendidikan," kata Komisioner KPAI Maria Advianti saat dihubungi, Sabtu (26/11/2016).



Keputusan Mendikbud ini dikatakan Maria pasti akan menimbulkan pro dan kontra. UN sebagai standar kelulusan nasional sendiri telah menimbulkan banyak kasus seperti banyak anak yang stres, depresi bahkan hingga bunuh diri karena anak merasa takut dan tidak siap menghadapi UN.

"Ada plus minus tapi kalau lihat berbagai kasus, berangkat dari banyak kasus, banyak anak stres, depresi bahkan bunuh diri karena menghadapi UN, jadi kami cukup bersyukur menteri punya perhatian dan hapus UN ini," ujar Maria.

Namun, apabila UN dihapuskan, pemerintah diharapkan menyiapkan konsep pendidikan yang lebih baik. Pemerintah harus menyiapkan sistem bagi generasi muda untuk siap menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kapasitas ilmu pengetahuan bertaraf global.

"Tapi mudah-mudahan ada sistem yang lebih baik lagi jadi bukan sekadar tidak sekadar dihapus. Jadi tetap harus menyiapkan anak-anak kita untuk siap berkompetisi dalam era global," lanjutnya.

Sistem yang baru ini harus bisa meningkatkan pendidikan di seluruh daerah di Indonesia secara merata menjadi lebih baik. Pendidikan yang baik diharapkan bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

Menurut Maria, sistem yang sudah berbasis internet harus diimbangi dengan cara mengajar guru dan pendidikan akhlak di sekolah-sekolah.

"Momen ini harus dipikirkan bersama. Saat ini (pendidikan) di dunia sudah cukup jauh dengan literasi berbasis internet, ini sudah jadi kurikulum nasional sementara tidak ada guidance yang cukup agar siswa bisa mengambil informasi yang baik di internet. Sistem pendidikan ini yang harus dirubah, dari cara mengajar. Intinya konsep pendidikan perlu mengalami perubahan karena pendidikan kita masih aspek mikir saja," terangnya.

Dia berharap, Mendikbud akan merombak sistem pendidikan agar generasi muda bisa bersaing di dunia kerja dengan multiple skill dan etika yang baik. Hal ini tentu menjadi

"Harus ada visi yang panjang dari pemerintah karena pendidikan yang mengubah bangsa, mengisi wawasan dan keterampilan," tutupnya. 
(nth/rvk)

Bagaimana pendapat kalian ?

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3355201/mendikbud-hapus-un-kpai-kami-bersyukur-menteri-punya-perhatian-dan-hapus-un

Sumber gambar : google


Tugas

Apa itu tugas ?  Siapa yang menemukannya ? Dan untuk apa itu ? Untuk menjawab semua pertanyaan tentang tugas silahkan buka  laptop atau hp kalian. Cari browser. Ketik www.google.com. Dan akhirnya masalah kalian teratasi.#wkwkwk. Ada berbagai jenis tugas dalam hidup ini. Untuk contoh sederhananya adalah tugas sekolah. Tugas dapat dibagi lagi kedalam 3 jenis. Easy , medium, dan hard.#loe kira game.
Tugas easy. Tugas ini tergolong tugas yang mudah.#Ya iya lah mudah makanya namanya easy. Kenapa termasuk mudah ?#Ya elah nanya lagi. Yak karena tidak sulit. Ba Dum Tes (bunyi drum).#krik-krik krik-krik. Garing ya ? ya udah kita kembali ke materi. Tugas ini banyak modelnya. Kenapa banyak ? karena lebih dari satu.#wkwkwk. Contoh tugas ini adalah tugas matematika anak SD yang di kerjain sama anak SMA. Contoh lainnya adalah tugas fisika anak kuliahan yang di kerjakan sama professor. Jadi pada intinya tugas ini akan terasa mudah jika level dari kemampuan mu sudah tinggi.#wkwkwk
Tugas medium. Tugas ini adalah tugas yang kesulitannya diatas tugas easy. Yang artinya tugas ini lebih sulit dari tugas easy. Tugas ini banyak di temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tugas ini termasuk tugas yang labil. Hal ini dikarenakan tugas ini bisa menjadi tugas berlevel easy dan juga bisa berubah menjadi tugas berlevel hard. Tergantung dari kemampuan orang yang mengerjakannya.#wkwkwkwk
Tugas hard. Tugas ini adalah tugas yang hanya bisa dikerjakan oleh orang-orang tertentu.#:V
Tugas punya perbedaan yang sangat tinggi tergantung kondisi seseorang. Dengan contoh. Tugas SMA termasuk tugas yang lebih enak diajak kompromi dari pada tugas kuliah. Tugas SMA atau pr SMA dapat dikerjakan dimana pun dan kapan pun asalkan masa pengumpulan tugasnya belum terlewatkan. Hampir sama seperti tugas SMA, namun tugas kuliah  terkadang dapat membuat seorang mahasiswa harus lembur, begadang dan tak jarang mahasiswa harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugasnya.
Ada persamaan dari tugas SMA dan tugas kuliah. Persamaannya adalah kedua tugas itu terkadang baru semangat dikerjakan ketika sudah mendekati deadline. Saat deadline sudah dekat, rasa malas, rasa capek, dan alas an yang biasanya dibuat seakan menghilang. Dan semuanya di gantikan oleh motivasi untuk menyelesaikan tugas.#the power of deadline. Tapi terlepas dari persamaan itu, tugas kuliah tidak bisa dibandingkan dengan tugas sma.

Maaf sebelumnya jika dari awal coretan sampai akhir coretan ini tidak ada satupun kata-kata yang penting. Ya karena dari awal ini hanyalah sebuah coretan. Jadi jangan di pelajari, dipahami apa lagi di hapal karena tak mungkin masuk kedalam soal ulangan, uts ataupun ujian nasional. Jadi pada intinya kerjakan tugasmu jauh sebelum deadline mendekat dan menghantuimu. Karena sesungguhnya pelajar yang baik adalah pelajar yang dapat berpikir dan membagi waktunya dengan baik.#wkwkwkwk,. Oke sekian dari saya terima kasih sudah membaca. Sayonara…

Yodi _ Yodi


Jam dinding dikamar Yodi masih menunjukan pukul 5 pagi. Tampak jarum detiknya tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Mungkin ia sudah lelah untuk terus bergerak atau mungkin sudah waktunya mengganti batreinya. Tapi hal ini tak dihiraukan oleh Yodi. Padahal gejala macetnya jam itu sudah terlihat dari kemarin. Namun kala itu jam itu masih bergerak walaupun hanya sebatas maju mundur.
“Bang Yodi !!!!” Teriakan keras terdengar dari arah jam 6. Tepatnya berada dilantai satu rumahnya. Semakin lama teriakan itu semakin keras hingga akhirnya terdengar jelas didepan pintu kamar Yodi.
“Baru jam 5 bentar lagi.”
Duar !!! suara pintu terbuka dengan paksa. “JAM 5???” Sandra (Adik Yodi) mengepalkan tangannya dan langsung menghajar makhluk yang masih berada dibalik selimut tersebut.
Yodi duduk termenung dimeja makan sambil memakan sarapannya. Rambutnya masih sedikit berantakan karena pada dasarnya Yodi tidak suka menyisir rambutnya. Menurut prinsip Yodi, seorang pria harus hidup layaknya seorang pria. Meskipun orang lain termasuk Sandra tidak begitu mengerti dengan prinsip hidup abangnya.
“Habiskan makananmu !!”
“I-iya.” Jawab Yodi dengan suara yang sedikit ketakutan. Wajar saja. Sandra ini merupakan anak karate yang sudah mengikuti beberapa turnamen dan banyak mendapatkan beberapa penghargaan. Sedangkan Yodi hanya seorang pria yang memiliki bentuk tubuh yang standar dengan kekuatan yang standar. Tak bisa dibandingkan dengan Sandra yang tubuhnya dan tenaganya sedikit lebih tinggi karena sering latihan. Dan satu-satunya yang masih bisa Yodi banggakan hanyalah kedudukannya yang terlahir sebagai abang meskipun predikat abang terkadang terlupakan oleh Sandra sendiri.
O ya. Sandra ini masih SMP kelas 3 sedangkan Yodi sudah duduk dikelas 2 SMA. Kedua orang tua mereka bekerja diluar kota dan terkadang pulang untuk menengok mereka berdua. Hal ini yang seharusnya membuat Yodi sebagai abang memegang tanggung jawab untuk menjaga adiknya harus menyerahkan semua itu kepada Adiknya dan mengubah kedudukan sehingga adiknya yang harus mengurus adiknya.
“Yodi. Motormu masih rusak ??”
“Iya ne San. Hari ini baru bisa diambil. Terpaksa hari ini naik bis.”
“Naik bis? Bukannya bis pagi lewatnya jam 6 ?”
Yodi melirik jam yang ada diruang makan. “Iya...” Yodi terdiam membeku. Jam didinding sudah menunjukam pukul 6 lewat 15 menit. Dan itu artinya bis pertama sudah lewat dan ia harus naik bis kedua. Sedangkan bis kedua datang pukul 6 lewat 30 menit. Secepat kilat Yodi menghabiskan sarapannya, mengambil tas dikamarnya dan sesegera memasang sepatu. Ia pun berlari sekuat tenaga menuju halte bis yang tidak jauh dengan rumahnya. Saat dirinya sudah semakin dekat dengan halte bis, sebuah bis tiba-tiba berhenti. Beberapa anak sekolahan yang juga ingin berangkat sekolah naik kedalam bis tersebut. Yodi sekuat tenaga menambah kecepatan larinya mengejar bis yang sudah meninggalkan halte bis. Tapi syukurlah teriakan penderitaan Yodi terdengar jelas oleh kenet bis dan akhirnya bis berhenti.
Dalam perjalanan Yodi tak henti-hentinya mengipasi tubuhnya. Meskipun berulang kali dikipasi, keringat Yodi makin bertambah. Karena banyaknya orang yang berada didalam bis tersebut. Inilah satu alasan kenapa Yodi lebih suka naik bis pertama dari pada bis kedua. Bis pertama selalu diisi anak-anak yang rajin. Karena anak-anak rajin sekarang sudah bisa dihitung dengan jari hal itu memiliki keuntungan sendiri untuk Yodi. Ia tidak harus berdiri. Dan bisa duduk dimana pun ia suka. Dan terkadang ia bertemu gadis cantik dari sekolah lain. Akan tetapi karena jam dinding yang tak bisa diajak kompromi, Yodi terpaksa harus merasakan lelahnya pagi itu.
***
Saat disekolah, Yodi berjalan dengan tenaga terakhir yang ia simpan dikakinya. Semua tenaga yang ia kumpulkan dari sarapannya tersedot habis saat berada didalam bis.
“Eh kampret kok baru datang?” Seorang laki-laki kurus dan hitam mendekati dirinya yang baru saja duduk dibangkunya.
Yodi melirik pelan kearah sumber suara. ”Dari pada kau. Tumben datang cepat? Biasa nya terlambat.” Laki-laki kurus yang bernama Ito itu melirik sinis kearah Yodi. “Eko sama Uwin kemana ?”
“Entah. Terlambat kali.”
Bel berbunyi dengan keras. Orang-orang yang berada dikelas segera berjalan menuju halaman sekolah. Menurut tradisi SMA Harapan Bangsa, setiap murid harus berbaris dan mendengarkan amanat dari guru setiap pagi. Terkecuali hari jumat. Hal ini juga sesuatu yang tidak disukai Yodi. Karena amanat yang diberikan selalu berhubungan dengan kebersihan ketertiban dan juga kerapian. Inilah penyebabnya ke-ra-pi-an. Yodi bukan anak yang jorok dan Yodi bukan orang yang suka melanggar aturan akan tetapi Yodi tidak terlalu suka menyisir rambutnya hingga akhirnya rambutnya yang berantakan meninggalkan kesan jorok padanya. Selain itu Yodi tidak ingin menggunting rambutnya. Karena menurut prinsip nya yang lain rambut itu mahkota dari seseorang jadi jika rambutnya dipotong dirinya merasa bahwa kekuasaannya dijatuhkan. Dan karena peraturan sekolah yang melarang muridnya berambut panjang membuat Yodi secara tidak langsung sudah melanggar aturan. Jadi ya begitulah. Karena rambutnya dan penampilannya yang terkesan seperti anak berandal membuat dirinya tampak tak rapi. Tapi lupakanlah soal penampilan karena sesuatu tak harus dinilai dari penampilan bukan?
***
Saat kembali kedalam kelas dua makhluk halus Eko dan Uwin sudah duduk dengan manis didalam kelas.
“Kapan kalian datang?” tanya Ito.
“Barusan.” Jawab uwin
“Kami beruntung satpam tidak ada di pintu gerbang jadi kami bisa masuk dengan aman.” Lanjut Eko sambil mengancungkan jempolnya.
Tiba-tiba speaker yang berada didalam kelas berbunyi. Pengumuman bagi anak yang bernama Eko Satria dan Uwin Wijaya dari kelas 11 Mipa B diharapkan menghadap ruang BP sekarang. Seluruh ruang kelas hening sejenak. Eko dan Uwin tidak menyangka jika mereka akan dipanggil lewat speaker. Speker tersebut terpasang di seluruh kelas dari kelas 10 hingga kelas 12. Sehingga seluruh kelas pasti mendengar pengumuman tersebut.
“Ayo kawan ku kita pergi.” Ajak Uwin yang sudah berdiri pasrah. Mereka berdua pun berjalan sambil menahan malu menuju ruang BP.
Safa ketua kelas berbadan kecil masuk sambil membawa absen yang dari tadi sudah ia pegang selama apel pagi. “Yodi. Tolong isikan absen.” Ucapnya sambil menyerahkan absensi kelas kepada Yodi dan duduk disamping Yodi.
Satu lagi informasi. Yodi meskipun tampak seperti anak berandal akan tetapi memiliki tanggung jawab yang tinggi. Ia menjabat sebagai sekertaris 2 dikelasnya. Ya meskipun Yodi terpaksa dipilih sebagi sekretaris kelas. Karena menurut logika, Yodi yang memiliki tulisan yang hampir tak terbaca mustahil bisa jadi sekertaris. Ini karena saat pemilihan ketua kelas tiga siluman yang tak lain adalah Ito, Eko dan Uwin mencalonkan namanya. Orang-orang yang melihat penampilan dari Yodi pasti akan enggan untuk memilih Yodi. Alhasil hanya ada tiga orang yang memilih nama Yodi. Dan sudah bisa dipastikan siapa saja yang memilihnya. Meskipun tidak terpilih menjadi ketua kelas tapi hasi dari pemilihan tersebut berhasil menyeret Yodi untuk menjadi sekretaris kelas.
Yodi duduk di tempat yang berdekatan dengan meja guru. Hal ini juga ada penyebabnya. Pasalnya pada saat semester pertama dimulai, Yodi terpaksa terlambat karena motornya harus terpaksa masuk bengkel. Saat memasuki kelas, semua orang terkecuali Yodi sudah mendapatkan tempat duduknya. Dan yang tersisa hanya ada stu kursi. Itupun sangat berdekatan dengan meja guru. Awalnya Ia enggan untuk duduk disitu akan tetapi setelah gagal  mengobral tempat duduk tersebut keteman – temannya, ia pun sekali lagi harus terpaksa duduk di bangku tersebut. Safa yang saat itu juga baru pertama kali bertemu dengan Yodi sedikit memasang jarak. Bagaimana tidak siapapun orang yang pertama kali pasti akan takut karena melihat tampang berandal Yodi. Begitu juga dengan Safa. Tetapi setelah beberapa minggu berlalu akhirnya Safa dapat menerima Yodi dengan lapang dada.
Seorang pria yang sudah sedikit tua masuk kedalam kelas sambil membawa buku dan juga penggaris kayu yang panjang. Pria itu tak lain adalah Pak Retno, guru matematika.
“Kok perasaanku ndak enak ya.” Bisik Yodi kepada Safa.
“Kita hari ini ulangan keluarkan kertas selembar.” Ucap pria itu setelah meletakan barangnya di atas meja guru
“Tu kan benar.”
Serentak semua warga kelas mulai protes. Inilah kelebihan Pak Retno. Selalu bisa membuat kehebohan dikelas. Beberapa murid tak bisa menerima sesuatu yang mendadak seperti itu. Begitu juga dengan Yodi. Akan tetapi selama Safa berada disampingnya Yodi tak mengeluarkan protes sedikitpun. Safa merupakan salah satu murid pintar disekolah tersebut. Safa juga bukan orang yang pelit asalkan kita tidak pernah mengganggunya.
Meskipun banyak para murid yang memprotes hal tersebut, Pak Retno tak mundur sedikitpun. Malahan dengan senyuman lebar di wajahnya ia menuliskan satu persatu soal Matematika di papan tulis. Semua murid mulai mengeluarkan kemampuan terpendam mereka. Tanpa suara sedikitpin dan tanpa bisa dilihat oleh mata, kertas contekan yang dibuat oleh salah satu murid berhasil menyebar dengan cepat.
Murid-murid pun dengan lincahnya menggunakan taktik griliya mereka. Sedangkan Eko dan Uwin harus menahan bau dari bau wc karena mereka harus membersihan wc pria yang terkenal dengan bau menyengatnya disiang hari. Setidaknya mereka bersyukur. Karena mereka membersihkan wc tersebut saat pagi hari. Tapi sebagai efek sampingnya mereka tidak bisa berjuang dalam medan pertempuran ulangan dadakan. Dan hasilnya mereka terpaksa ikut ulangan susulan yang diawasi langsung oleh Pak Retno.
Kasihan ya.



#Ini cerita fiksi yang aku buat. terima kasih sudah mau baca. Mohon masukannya ya :D. Saya mohon diri

Yodi _ Malam Minggu

“Eh bro malam ini kita ngapain?” Tanya Uwin setelah menyruput habis es tehnya.
“Entwah lwah.” Jawab Eko sambil masih mengunyah makanannya.
“Aku mungkin Cuma diam dirumah.” Yodi ikutan menjawab.
“Sama lah. Aku mungkin Cuma diam di rumah.” Ito tak mau kalah.
            Seperti biasa 4 sekawan ini ngerumpi setelah menghabiskan makananya di kantin. Meskipun semua murid sudah kembali kekelas masing-masing tetapi 4 makhluk halus ini masih mendiami kantin sekolah. Wajar saja karena jam terakhir guru yang mengajar tidak masuk dan hanya memberikan sedikit catatan. Yodi yang seharusnya berpangkat sebagai sekertaris 2 menyerahkan semua tugas catat mencatat kepada sekertaris 1, Wenny.
            “Ah ndak asik kalian. Kayak aku dong malam minggu keluar.”
            “Memang kau kemana ?”
            “Warnet.”
            “Huuuu.” Semua menyorakinya bersamaan.
            “Dasar jones. Masih mendingan aku. Biarpun ndak keluar aku masih beduaan dengan cewek.” Yodi membanggakan dirinya.
            “Siapa?” Ito memasang muka penasaran.
            “Sandra.”
            “Ya-e-lah. Adikmu rupanya.”
            “Yee aku kan ndak ada bilang kalau cewek itu pacarku.” Yodi membela dirinya.
            Penjaga kantin terus melirik kearah 4 siluman itu dengan pandangan sinis. Bagaimana tidak 4 orang ini kalau sudah ngerumpi lebih lama dari pada wanita. Dan yang diomongin mereka pun tak jauh-jauh amat tentang wanita dan hal-hal yang bersangkutan dengan pria. Jika mereka membicarakan hal-hal tentang laki-laki keren disekolah mungkin sang penjaga kantin akan memberikan air gratis dan juga ikut mendengarkan cerita merika. Wajar saja penjaga kantin ini seorang wanita yang umurnya masih sama dengan mereka karena sekolahnya masuk siang jadi dia menghabiskan waktu paginya untuk membantu ibunya menjaga kantin.
Penjaga kantin ini sebenarnya sedikit bosan karena harus sering berurusan dengan 4 siluman ini. Terlihat dari mukanya yang jijik jijik enyel karena melihat mereka berempat. Ya karena mereka adalah orang pertama yang berada dikantin sebelum bel istirahat berbunyi dan orang yang paling akhir meninggalkan kantin saat jam pelajaran seharusnya sudah dimulai. Hingga akhirnya dengan terpaksa dirinya harus bersabar diri untuk menunggu keempat orang itu agar pergi meninggalkan kantinnya.
“Baiklah kita hari ini pergi untuk makan bersama. Ngumpul dirumah Eko. Oke.” Uwin tiba-tiba mengeraskan suaranya sehingga sang penjaga kantin ikut mendengar suara Uwin.
“lo kok dirumah ku?”Eko protes
“Oke.” Jawab Ito dan juga Yodi bersamaan.
Bel sekolah berakhirpun berbunyi dengan keras. Keempat siluman ini segera meninggalkan kantin tersebut. Penjaga kantin yang dari tadi sudah menunggu lama akhirnya dapat bernafas lega. Hingga akhirnya dirinya teringat hal yang sangat penting jika mereka berempat belum membayar makanan mereka. Dengan perasaan kesal ia membersihkan meja yang dipakai oleh keempat siluman itu. Hingga akhirnya ia menemukan secarih kertas kecil di bawah mangkok.
Makanannya dan minumannya dibayarkan sama Uwin Wijaya kelas 11 mipa B.
Setelah membaca tulisan itu diambilnya buku utang yang selalu berada didekatnya. Dicarinya nama Uwin Wijaya dibukunya. Terlihat daftar utang yang sangat panjang dibuku tersebut. Dan dibawahnya ia kembali menuliskan tanggal dan jumlah utangnya.
***
            “Yodi. Kamu nanti ini mau keluar?” Tanya Sandra yang ikutan duduk bersama Yodi di ruang tv.
            “Mungkin iya dan mungkin juga tidak. Sebenarnya tadi Uwin ngajak keluar. Makan bersama katanya. Tapi lebih enakan makan dirumah dari pada di luar.”
            “O gitu. Memangnya Uwin ngajak keluar jam berapa?”
            Yodi terdiam mendengar pertanyaan dari Sandra adiknya. Diingatnya kembali kejadian saat pulang sekolah. Dalam bayangan nya ia ingat jika dirinya menulis catatan kecil dan menaruhnya di bawah mangkok. Eh salah ingatan. Ia menggelng-gelengkan kepalanya dan ingatananya yang lainpun terbayang kembali. Disitu ia ingat jika Uwin tidak pernah mengatakan jam berapa mereka harus berkumpul. Dipandanginnya wajah adiknya dengan wajah serius.
            “Kenapa?” Sandra terheran-heran.
            “Ah tidak.” Yodi mengelak. Dalam hatinya ia merasa sangat lega karena tau alasan yang tepat agar ia bisa berdiam diri dirumah.
            Yodi ini pada dasarnya sama seperti anak muda pada umumnya. Suka berkumpul dan pergi bersama-sama dengan temanya. Tapi ia sedikit anti dengan malam minggu. Karena malam minggu itu malamnya orang-orang yang punya pasangan. Sedangkan Yodi jelas tidak punya pasangan untuk diajak keluar. Jadi ia lebih memilih melakukan aktifitas yang lebih berguna saat malam minggu. Tidur misalnya.
            Terdengar suara guntur dari langit saat ia dan adiknya sedang asik menonton tv. Hal itu membuat hatinya semakin lega. Ia pun bangkit berdiri dan pergi ke tangga menuju kamarnya dilantai dua.
            “Eh Yodi. Jadi malam ini kamu mau keluar atau tidak?” Teriak adiknya yang masih berada di ruang tv.
            “Mungkin tidak. Jadi tolong masakan ya.” Yodi ikutan teriak dari lantai dua.
***
            Dirumah Eko, saat jam menunjukan pukul 7 malam, Uwin datang sambil mengenakan mantel hujan. Eko hanya bisa melihat kedatangan Uwin dengan pandangan tak percaya.
            “Kamu beneran datang?” Tanya Eko yang hanya menggunakan celana pendek.
            “Ya iyalah. Ito sama Yodi mana?”
            “Belum datang.”
            “Hah ? kok ?”
            “Memangnya kamu tadi ada bilang ngumpulnya jam berapa?” Uwin terdiam membeku mendengar pertanyaan dari Eko. Segera diambilnya handphone yang berada dikocek celananya. Dan segera menelpon Ito. Ito yang kala itu sedang mengurusi adiknya yang paling kecil tidak mendengar suara dari handphonenya. Segera ia menelponYodi. Yodi yang kala itu sedang makan bersama dengan adiknya sedikit enggan mengangkat panggilan tersebut meskipun akhirnya ia tetap menjawab panggilan tersbut sambil menutup hidungnya lalu berbicara pelan. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkuan. Tiiit.” Yodi segera mematikan handphone nya lalu melanjutkan makanannya. Sedangkan Uwin habis memaki-maki mereka dirumah Eko. Akhirnya rencana malam minggu yang sudah disusun oleh Uwin gagal total hanya karena lupa memberitahu waktu untuk berkumpul.
            “O ya. Tadi kamu tumben nanyain aku keluar atau ndak?” Tanya Yodi sambil memakan makanannya.
            “Ah, sebenarnya tadi disekolah, anak-anak karate ngajakin ngumpul bareng makan sama-sama karena salah satu anggota kami ada yang ulang tahun. Tapi ya karena kamu tadi suruh masakin ya jadi aku nggak ikut.”
            Yodi merasa bersalah karena telah merengut kebahagian adiknya. Makanan enak yang dimasak oleh adiknya tiba-tiba terasa hambar dan enggan untuk masuk ke dalam perut. Dipandanginya wajah adiknya dengan serius.
            “Kenapa Yodi?”
            Diletakannya sendok yang ia pegang keatas piriny yang masih berisi. “Kalau kamu mau jalan sama teman-teman kamu, ya jalan aja. Aku ndk apaa-apa kok dirumah.”
            “Endak ah. Sebenarnya Sandra juga ndak terlalu suka dengan kegiatan kayak gitu. Ujung-ujungnya pasti anggota cowok sok-sok ngedekatin anggota cewek. Dan juga enakan makan dirumah dari pada diluar.”
            Yodi sedikit tersenyum. Diangakatnya kembali sendok yang ia letakan dan mulai makan dengan lahap. Hati nya sedikit senang karena perlahan-lahan adiknya sudah mulai dewasa. Dan mungkin nanti akan lebih dewasa dari pada dirinya sendiri.
            Sementara Uwin sedang menikmati teh hangat dan sepiring kue bersama dengan Eko. Hujan yang semakin kuat membuat Uwin tidak bisa memaksakan diri untuk pulang. Dengan amarah yang masih tersimpan ia mengigit kue-kue tersebut sambil membayangkan Ito dan juga Yodi. Cara makannya pun tidak sengaja terpengaruh. Ia menggigit kue tersebut seakan-akan sedang mengunyah daging. Eko yang melihat hal tersebut sedikit kesal karena cara makan Uwin membuat bagian dari kue tersebut berserakan dimana-mana.
***
            Saat hari senin. Uwin datang menghampiri Ito dan Yodi yang sedang berdiri didepan kelas menunggu bel untuk upacara bendera. Ia sudah memilihkan kata-kata yang pas untuk memarahi mereka berdua. Saat akan memarahi mereka, Yodi dan juga Ito tiba-tiba meminta maaf.
            “O ya. Sorry kemarin pas malam minggu ndak bisa keluar soalnya lagi sibuk.” Yodi beralasan.
            “Sama aku juga.”
            Yodi dan juga Ito memasang wajah yang membuat Uwin percaya jika mereka benar-benar sibuk.
“Yodi!”
“Apa?”
“Bukannya kamu yang kemarin mengangkat ...”
            “O ya sebagai permintaaf maaf kami. Kami akan mentraktirmu makan hari ini.” Yodi segera memotong pembicaraan Uwin.
            “Baiklah.” Dengan cepat Uwin memaafkan mereka. Dalam pikirannya ia bergumam. Hahaha dasar bodoh kali ini giliran aku yang akan mengerjai kalian. Kalian kira aku bisa memaafkan kalian semudah itu. Maafku ini mahal harganya. Akan aku pesan makanan yang paling mahal. Hahahaha . hahahaha.
            Saat istirahat Uwin sudah menghabiskan makanan gratisnya. Ito Yodi dan juga Eko mengumpulkan uang jajan mereka untuk membayarkan makanan Uwin. Saat hendak kembali kedalam kelas, Uwin bangkit berdiri dan mendekati sang penjaga warung. Ia berencana membayarkan utang-utangnya.
            “O ya dek. Saya mau bayar utang saya.” Ucapnya dengan muka polos.
            “Uwin Wijaya?”
            “Iya.”
            “Kelas 11 Mipa B?”
            “Iya. Kok tau? Dedek stalkerin abang ya ?”
            “Ya ndak lah. Soalnya saya ingat abang orang yang palin sering ngutang.”
            Uwin terdiam. “Iya-iya ini saya mau bayarin utang saya. Berapa jumlahnya?”
            Saat di perhatikan jumlah keseluruhan utangnya, Uwin hanya bisa terkangak lebar.
            “Ini hutang saya?” tanyanya yang masih kebingungan.
            “Iya.”
            “Kok bisa sebanyak ini?”
            “Bukannya abang sering mentraktir kawan-kawan abang itu?”
            “Hah? Kapan?”
            “Ini buktinya.” Sang penjaga memeperlihatkan kertas kecil yang bertuliskan sesuatu diatasnya. Tulisannya yang jelek membuat dirinya tau siapa yang telah menulis kertas tersbut. Tidak lain dan tidak bukan adalah Yodi. Dipandanginya ketiga orang yang seharusnya berada dibelakangnya. Akan tetapi ketiga orang yang seharusnya bertanggung jawab telah pergi meninggalkan dirinya sendiri dikantin sekolah.
            “Ini bukan tulisan saya. Saya ndak mau bayar.”
            Sang penjaga warung yang sudah terbiasa dengan sikap seperti itu segera memanggil ibunya yang tadi sedang mencuci piring dibagian belakan kantin. “Ibu ! Ada orang yang ndak mau bayar.” Teriaknya santai. Seorang wanita gemuk muncul dari bagian belakang kantin sambil membawa palu yang biasa ia gunakan untuk memecahkan batu es. Tampangnya yang begitu menyeramkan menciutkan keberanian Uwin.
            “Siapa yang ndak mau bayar?” Tanyanya dengan suara yang menggelegar dan membuat kaki Uwin tidak berhenti bergetar.
            “Ini Bu...”
            “Eh kata siapa. Ini juga mau bayar. Berapa tadi ? enam puluh ribu tujuh ratus kan?” Uwin segera mengorek-ngorek uang didompetnya. Dengan tangan yang juga ikutan gemetar membuat beberapa kali dompet tersebut hampir terjatuh. “Ini.” Ucapnya sambil menyerahkan uang dan segera berlari meninggalkan kan kantin sambil beberapa kali hampir terjatuh karena kakinya yangtidak mau berhenti gemetar. Di pelariannya ia sempatkan untuk melampiaskan kekesalannya. “Siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal !!!!!!!”